Content Campaign Berbasis Data: Jangan Biarkan Hasil Riset Berakhir di Dalam Laporan

Content Campaign Berbasis Data Jangan Biarkan Hasil Riset Berakhir di Dalam Laporan
Daftar Isi

Riset sudah selesai dikerjakan, laporan sudah dibuat, data yang terkumpul pun sudah lengkap. Nah, saat membuat konten media sosial, tim pemasaran masih bingung konten apa yang mau diposting. 

Situasi seperti ini cukup sering terjadi di banyak perusahaan. Tim riset menghasilkan temuan yang berharga tentang pelanggan, pasar, perilaku konsumen, hingga kekuatan sebuah brand. Sayangnya, data tersebut sering berhenti sebagai laporan yang dibaca beberapa orang di ruang rapat, bukan menjadi konten yang menarik perhatian audiens di media sosial.

Di tengah persaingan merebut perhatian konsumen, data seharusnya tidak hanya menjadi dasar pengambilan keputusan bisnis. Data juga bisa menjadi bahan bakar untuk menciptakan content campaign berbasis data yang relevan, kredibel, dan lebih dekat dengan kebutuhan audiens.

Data Banyak, Konten Tetap Buntu

Kondisi seperti itu bisa terjadi  bukan karena  kekurangan data. Justru sebaliknya, perusahaan sering memiliki terlalu banyak data. Satu laporan riset bisa berisi puluhan tabel, grafik, indikator, hasil cross-tabulation, profil responden, hingga berbagai temuan perilaku pelanggan. Bagi peneliti, semua informasi tersebut penting. Bagi audiens media sosial, laporan setebal puluhan halaman itu tentu bukan bahan konsumsi yang menarik. Di sinilah terjadi jarak antara data dan konten.

Tim pemasaran dituntut membuat konten yang singkat, visual, menarik, dan mudah dipahami. Sementara hasil riset hadir dalam bahasa metodologi, angka, tabel, dan analisis. Menerjemahkan laporan riset menjadi puluhan ide konten membutuhkan waktu sekaligus kemampuan untuk menentukan mana temuan yang paling relevan bagi audiens.

Akibatnya, perusahaan bisa mengalami situasi yang ironis: memiliki riset yang mahal dan kaya data, tetapi konten media sosialnya tetap mengandalkan opini, tren sesaat, atau pesan promosi yang sama berulang-ulang. Padahal, setiap angka dalam riset menyimpan sebuah cerita yang menarik.

Data tentang alasan pelanggan memilih sebuah brand dapat menjadi konten. Temuan mengenai faktor yang membuat pelanggan bertahan dapat menjadi konten lain. Perbedaan persepsi antarsegmen, tingkat kepuasan, pengalaman pelanggan, hingga alasan konsumen merekomendasikan sebuah brand juga dapat diolah menjadi berbagai sudut cerita.

Persoalannya adalah bagaimana mengubah data tersebut menjadi bahasa yang bisa dikonsumsi publik.

Dari Data Riset Menjadi Content Campaign

Di sinilah pendekatan data driven marketing menjadi penting. Data driven marketing bukan sekadar menggunakan angka dalam materi promosi. Pendekatan ini menempatkan data sebagai dasar untuk menentukan apa yang perlu dikomunikasikan, kepada siapa pesan tersebut ditujukan, dan sudut cerita apa yang paling relevan.

Melalui  pendekatan tersebut, hasil survei tidak berhenti sebagai bahan presentasi manajemen. Temuan riset dapat diturunkan menjadi berbagai tema komunikasi yang lebih konkret. Misalnya, survei menemukan bahwa konsumen memiliki alasan tertentu ketika memilih sebuah brand. Temuan tersebut dapat dikembangkan menjadi konten edukatif tentang perilaku konsumen. 

Data mengenai pengalaman pelanggan dapat menjadi konten yang mengajak audiens melihat sebuah persoalan dari perspektif konsumen. Sementara perbandingan persepsi antarsegmen dapat menjadi materi visual yang memancing diskusi.

Jadi, satu riset tidak harus menghasilkan satu laporan dan selesai. Satu penelitian dapat menjadi sumber bagi sebuah rangkaian content campaign berbasis data. Setiap temuan dapat memiliki angle, format, dan konteks komunikasi yang berbeda. Ini yang berubah bukan datanya, melainkan cara data tersebut diceritakan.

BACA JUGA : Mengapa Pentingnya Market Research Sering Diabaikan hingga Keputusan Bisnis Gagal?

Social Content Pack: Mengubah Temuan Riset Menjadi Konten

Beerka Research menghadirkan Social Content Pack untuk menjembatani kebutuhan tersebut. Social Content Pack mengolah hasil riset survei menjadi 20 angle konten visual siap post yang dapat digunakan dalam aktivitas komunikasi di media sosial.

Konsepnya sederhana: perusahaan tidak perlu kembali membuka laporan riset yang tebal hanya untuk mencari ide posting. Temuan yang sudah diperoleh melalui riset diterjemahkan menjadi berbagai sudut konten yang lebih mudah dipahami oleh audiens umum.

Setiap angle dapat mengangkat sisi berbeda dari hasil penelitian. Data kepuasan pelanggan, perilaku konsumen, persepsi terhadap brand, pengalaman pelanggan, maupun temuan lain dalam survei dapat dikembangkan menjadi materi komunikasi yang memiliki dasar data.

Pendekatan ini membuat aktivitas konten memiliki fondasi yang lebih kuat. Bukan sekadar membuat konten karena sedang ada tren, tetapi memiliki alasan mengapa sebuah topik layak dikomunikasikan. Lebih jauh, Social Content Pack juga membantu memperpendek jarak antara tim riset dan tim marketing. Hasil penelitian tidak lagi berhenti sebagai dokumen analisis, sementara tim pemasaran tidak harus memulai proses kreatif dari halaman kosong. Data yang sebelumnya tersimpan di dalam laporan dapat bergerak menjadi percakapan yang menarik dengan audiens.

Mulai dari Benchmark, Lalu Jadikan Data sebagai Cerita

Content campaign yang dibuat dengan berbasis data akan jauh lebih kuat ketika perusahaan tidak hanya mengetahui berapa tingkat kepuasan atau persepsi pelanggan terhadap brand-nya, tetapi juga memahami posisi brand tersebut dibandingkan kompetitor.

Di sinilah ICSX Benchmark dari Beerka Research dapat menjadi fondasi. ICSX Benchmark memungkinkan brand melihat hasil pengukuran secara head-to-head dengan lebih dari 300 brand di lebih dari 100 kategori di enam kota besar Indonesia. Dengan benchmark tersebut, perusahaan tidak hanya memperoleh angka tentang kondisi brand sendiri, tetapi memiliki konteks untuk memahami bagaimana posisi brand jika dibandingkan dengan pemain lain dalam kategori yang sama.

Konteks tersebut penting karena angka yang terlihat tinggi belum tentu berarti kuat ketika kompetitor memiliki performa yang lebih tinggi. Sebaliknya, temuan yang terlihat biasa saja dapat menjadi peluang ketika ternyata berada di atas rata-rata kategori.

Dari sinilah data dapat bergerak lebih jauh: dari angka menjadi insight, dari insight menjadi angle, dan dari angle menjadi content campaign. Beerka Research menghubungkan kebutuhan tersebut melalui riset, ICSX Benchmark, hingga Social Content Pack. Hasil pengukuran pelanggan tidak berhenti sebagai laporan untuk manajemen, tetapi dapat diterjemahkan menjadi insight yang lebih mudah dipahami dan dimanfaatkan dalam komunikasi brand.

Tentang Penulis :

Solusi Riset Terpercaya untuk Bisnis Anda

Membantu Anda memahami pasar dengan data yang kredibel.

Tim kami akan merespons maksimal 1×24 jam kerja

Newest Post