Riset Pasar: Definisi, Jenis-Jenis dan Contoh Untuk Bisnis

pengertian riset pasar by beerka research
Daftar Isi

Banyak keputusan bisnis di Indonesia mulai dari peluncuran produk baru, ekspansi cabang, hingga penentuan harga masih diambil berdasarkan asumsi, insting, atau kebiasaan lama. Padahal, pasar terus berubah: preferensi konsumen bergeser, kompetitor baru bermunculan, dan sinyal permintaan yang terlihat jelas tahun lalu bisa saja sudah tidak relevan hari ini.

Risikonya nyata. Sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Marketing Letters yang menganalisis 83.719 SKU produk consumer packaged goods di Amerika Serikat selama delapan tahun menemukan bahwa 25% produk baru berhenti terjual dalam satu tahun pertama, dan angka ini naik menjadi 40% pada akhir tahun kedua. Sebagian besar kegagalan ini bukan karena eksekusi yang buruk, melainkan karena keputusan diambil tanpa memahami kebutuhan pasar secara mendalam sejak awal.

Di sinilah riset pasar berperan sebagai metode sistematis untuk mengurangi ketidakpastian dan mengganti asumsi dengan data. Artikel ini membahas secara menyeluruh apa itu riset pasar, mengapa penting, jenis dan metode yang tersedia, hingga langkah praktis untuk menjalankannya supaya keputusan bisnis Anda berpijak pada data bukan asumsi.

Apa Itu Riset Pasar?

Riset pasar (market research) adalah proses sistematis untuk mengumpulkan, mencatat, dan menganalisis data mengenai pasar, pelanggan, dan kompetitor, dengan tujuan menghasilkan insight yang mendukung pengambilan keputusan bisnis.

Dalam konteks bisnis modern, riset pasar tidak lagi sebatas survei kepuasan pelanggan tahunan. Ia mencakup pemahaman menyeluruh terhadap perilaku konsumen, dinamika kompetitif, tren industri, dan sinyal permintaan baik yang bersifat kuantitatif (angka, statistik) maupun kualitatif (motivasi, persepsi, emosi).

Tujuan utamanya sederhana: memberi pengambil keputusan gambaran yang akurat tentang kondisi pasar sebelum sumber daya dikeluarkan. Bagi korporasi besar, BUMN, hingga instansi pemerintah, riset pasar juga berfungsi sebagai dasar akuntabilitas, memastikan kebijakan atau investasi publik/perusahaan didukung oleh bukti, bukan opini segelintir pihak.

Mengapa Riset Pasar Penting?

Riset pasar memberi manfaat strategis di hampir setiap fungsi bisnis :

  • Memahami kebutuhan pelanggan : mengetahui apa yang benar-benar diinginkan pelanggan, bukan yang diasumsikan oleh internal tim.
  • Mengidentifikasi peluang pasar : menemukan celah kebutuhan yang belum terlayani kompetitor.
  • Mengurangi risiko bisnis : meminimalkan kemungkinan investasi besar berujung pada produk atau layanan yang tidak diterima pasar.
  • Memvalidasi ide produk atau layanan : menguji konsep sebelum masuk tahap produksi penuh.
  • Menentukan strategi pemasaran : memastikan pesan dan kanal komunikasi sesuai dengan target audiens.
  • Menentukan harga yang kompetitif : memahami batas harga yang wajar berdasarkan persepsi nilai pelanggan.
  • Memahami perilaku konsumen : mengetahui pola pengambilan keputusan, kebiasaan pembelian, dan preferensi.
  • Mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan kompetitor : menjadi dasar diferensiasi.

Dampaknya juga terukur secara finansial. Riset McKinsey terhadap 400 eksekutif perusahaan besar lintas industri menemukan bahwa perusahaan yang menggunakan customer analytics secara intensif memiliki peluang 23 kali lebih besar untuk unggul dalam akuisisi pelanggan baru dibanding perusahaan yang jarang menggunakannya, serta peluang hampir 19 kali lebih tinggi untuk mencapai profitabilitas di atas rata-rata. Riset pasar adalah fondasi dari kapabilitas analitik semacam ini — tanpa data pasar yang valid, analitik hanya akan mengolah asumsi.

Kapan Bisnis Membutuhkan Riset Pasar?

Riset pasar idealnya bukan aktivitas insidental, tapi bagian dari siklus pengambilan keputusan. Momen-momen berikut adalah titik krusial di mana riset pasar sebaiknya dilakukan:

  1. Sebelum meluncurkan produk baru.
  2. Sebelum memasuki pasar atau segmen baru.
  3. Sebelum membuka cabang di lokasi baru.
  4. Sebelum melakukan rebranding.
  5. Sebelum menentukan strategi harga.
  6. Sebelum menjalankan kampanye pemasaran berskala besar.
  7. Saat penjualan menunjukkan tren penurunan tanpa penyebab yang jelas.
  8. Saat ingin meningkatkan skor kepuasan pelanggan secara terukur.

Untuk poin terakhir, pengukuran yang tepat memerlukan metodologi baku, ini adalah area di mana Customer Satisfaction Index (CSI) dan tools seperti ICSX Benchmark berperan sebagai instrumen riset pasar yang terstandardisasi.

Jenis-Jenis Riset Pasar

Mengetahui jenis riset yang tepat akan membantu Anda menghemat waktu dan biaya dalam mengumpulkan data bisnis. Pendekatan riset yang digunakan harus selaras dengan masalah yang ingin Anda selesaikan. Berikut adalah klasifikasi jenis-jenis riset pasar yang dibagi berdasarkan tujuan, jenis data dan sumber data :

Berdasarkan Tujuan

  • Exploratory Research : digunakan saat masalah atau peluang belum terdefinisi dengan jelas; cocok pada tahap awal eksplorasi ide bisnis.
  • Descriptive Research : digunakan untuk memetakan kondisi pasar saat ini secara sistematis, misalnya profil demografis pelanggan atau pangsa pasar kompetitor.
  • Causal Research : digunakan untuk menguji hubungan sebab-akibat, misalnya dampak kenaikan harga terhadap volume penjualan.

Berdasarkan Jenis Data

  • Riset Kualitatif : menggali mengapa di balik perilaku konsumen melalui wawancara, FGD, atau observasi.
  • Riset Kuantitatif : mengukur seberapa banyak atau seberapa sering melalui survei berskala besar dan analisis statistik.
  • Mixed Methods Research : menggabungkan keduanya untuk hasil yang lebih komprehensif: angka yang valid secara statistik, didukung konteks naratif yang menjelaskan alasannya.

Berdasarkan Sumber Data

  • Data Primer : dikumpulkan langsung dari sumber (survei, wawancara, observasi lapangan) untuk menjawab pertanyaan riset yang spesifik.
  • Data Sekunder : data yang sudah tersedia dari sumber lain (laporan industri, data BPS, publikasi asosiasi) yang digunakan sebagai konteks atau validasi awal.

Metode Riset Pasar

Pemilihan metode riset yang tepat memegang peranan krusial dalam menentukan akurasi dan kualitas insight bisnis yang dihasilkan. Setiap pendekatan memiliki instrumen, fungsi, serta karakteristik operasional yang berbeda untuk menjawab masing-masing kebutuhan bisnis. Berikut metode yang paling umum digunakan di Indonesia:

1. Survei

Pengumpulan data terstruktur dari sejumlah responden menggunakan kuesioner. Cocok untuk mengukur metrik seperti kepuasan pelanggan atau brand awareness pada skala besar. Kelebihannya: hasil dapat digeneralisasi secara statistik. Kekurangannya: kedalaman jawaban terbatas dibanding metode kualitatif. Metode pengumpulannya sendiri bisa dilakukan lewat CAPI, CATI, maupun CAWI tergantung karakteristik responden dan cakupan wilayah.

2. Wawancara Mendalam (In-Depth Interview)

Interaksi secara langsung antara peneliti dan responden untuk menggali motivasi, persepsi, dan pengalaman responden secara detail. Wawancara bisa di lakukan secara tatap muka, melalui telepon ataupun wawancara online. metode ini digunakan saat riset membutuhkan pemahaman mendalam terhadap individu kunci, misalnya decision maker di institusi B2B. Kelebihan: insight kaya konteks. Kekurangan: tidak dapat digeneralisasi ke populasi besar dan memerlukan pewawancara terlatih.

3. Focus Group Discussion (FGD)

Diskusi terpandu dengan sekelompok kecil responden (biasanya 6–10 orang) untuk menggali opini kolektif terhadap suatu topik, produk, atau konsep. Efektif untuk menguji reaksi awal terhadap ide baru. Kekurangannya: dinamika kelompok dapat memunculkan bias groupthink jika tidak dimoderatori dengan baik.

4. Observasi

Mengamati perilaku pelanggan secara langsung tanpa intervensi, misalnya pola pergerakan pelanggan di dalam toko. Kelebihan: menangkap perilaku aktual, bukan yang dilaporkan sendiri (self-reported bias). Kekurangan: tidak menjelaskan motivasi di balik perilaku yang diamati.

5. Mystery Shopper

Dalam metode mystery shopping, Evaluator menyamar sebagai pelanggan untuk menilai kualitas layanan secara objektif. Umum digunakan untuk mengaudit standar layanan di jaringan cabang ritel, perbankan, atau F&B. Kelebihan: menghasilkan data operasional yang actionable. Kekurangan: sampel terbatas dan berpotensi tidak mewakili kondisi sehari-hari.

6. Social Listening

Memantau dan menganalisis percakapan publik di media sosial dan platform digital untuk memahami sentimen serta tren yang sedang berkembang. Kelebihan: data real-time dan berskala besar. Kekurangan: rentan terhadap noise dan tidak selalu representatif terhadap seluruh segmen pasar.

7. Desk Research

Analisis data sekunder yang sudah tersedia pada laporan industri, data pemerintah, publikasi akademik sebagai langkah awal sebelum riset primer. Kelebihan: cepat dan hemat biaya. Kekurangan: data mungkin sudah usang atau tidak spesifik terhadap konteks bisnis.

8. Analisis Kompetitor

Mengevaluasi strategi, positioning, harga, dan performa kompetitor secara sistematis. Digunakan untuk memetakan peluang diferensiasi. Kelebihan: memberi konteks kompetitif yang jelas. Kekurangan: data kompetitor sering kali tidak lengkap atau harus diestimasi.

Langkah-Langkah Melakukan Riset Pasar

  1. Menentukan tujuan riset : rumuskan pertanyaan bisnis spesifik yang ingin dijawab.
  2. Menentukan target responden : tetapkan populasi dan kriteria sampel yang relevan dengan tujuan riset.
  3. Memilih metode penelitian : sesuaikan dengan jenis data yang dibutuhkan (kualitatif, kuantitatif, atau campuran).
  4. Menyusun instrumen penelitian : rancang kuesioner atau panduan wawancara yang bebas dari pertanyaan bias.
  5. Mengumpulkan data : jalankan pengumpulan data di lapangan atau secara digital.
  6. Mengolah data : bersihkan dan susun data agar siap dianalisis.
  7. Menganalisis hasil : gunakan metode statistik atau analisis tematik sesuai jenis data.
  8. Menyusun insight : terjemahkan temuan menjadi pemahaman yang relevan secara bisnis.
  9. Membuat rekomendasi bisnis : pastikan insight ditindaklanjuti menjadi keputusan atau tindakan konkret.

Contoh Riset Pasar

Studi Kasus: Perusahaan Makanan Ingin Membuka Cabang Baru

Sebuah perusahaan F&B nasional berencana membuka cabang di kota tier-2. Sebelum berinvestasi, mereka menjalankan riset pasar dengan struktur berikut:

  • Tujuan penelitian: menilai potensi permintaan dan kesiapan pasar lokal terhadap konsep restoran yang akan dibawa.
  • Target responden: penduduk usia produktif di radius 5 km dari lokasi calon cabang, dengan kuota berdasarkan tingkat pengeluaran bulanan untuk makan di luar.
  • Metode yang digunakan: kombinasi survei kuantitatif (CAPI door-to-door dan mall intercept) untuk mengukur minat dan willingness to pay, dilengkapi FGD untuk memahami preferensi menu dan suasana.
  • Hasil penelitian: ditemukan permintaan tinggi terhadap konsep casual dining dengan harga menengah, namun preferensi menu berbeda signifikan dari cabang di kota asal.
  • Insight yang diperoleh: pasar lokal lebih sensitif terhadap variasi menu berbasis cita rasa daerah dibanding harga.
  • Keputusan bisnis yang diambil: perusahaan menyesuaikan menu inti untuk cabang baru dan menunda pembukaan selama satu kuartal untuk pengembangan resep, menghindari potensi kegagalan produk akibat ketidaksesuaian dengan preferensi lokal.

Perbedaan Riset Pasar, Marketing Research, dan Customer Research

Ketiga istilah ini sering dipakai bergantian, padahal cakupannya berbeda:

AspekRiset PasarMarketing ResearchCustomer Research
FokusKondisi pasar secara keseluruhan (ukuran, tren, kompetisi)Efektivitas strategi dan aktivitas pemasaranPerilaku, kebutuhan, dan persepsi pelanggan individual
TujuanMemahami peluang dan ancaman di level pasarMengoptimalkan bauran pemasaran (produk, harga, promosi, distribusi)Meningkatkan pengalaman dan loyalitas pelanggan
Ruang LingkupMakro industri, kompetitor, tren ekonomiMeso kampanye, kanal, positioningMikro individu atau segmen pelanggan spesifik
Contoh PenggunaanMenilai potensi pasar sebelum ekspansiMengukur efektivitas iklan digitalMengukur skor kepuasan pelanggan (CSI)

Riset pasar sebenarnya adalah payung besar yang mencakup marketing research dan customer research di dalamnya.

Tantangan dalam Melakukan Riset Pasar

  • Sampel tidak representatif — hasil riset menjadi bias jika sampel tidak mencerminkan populasi sebenarnya.
  • Response rate rendah — terutama pada survei online tanpa insentif atau follow-up yang memadai.
  • Pertanyaan bias — kalimat kuesioner yang menggiring responden ke jawaban tertentu.
  • Data tidak valid — kesalahan pengisian, responden asal jawab, atau kesalahan input data.
  • Kesalahan analisis — interpretasi statistik yang keliru menghasilkan kesimpulan yang salah.
  • Insight sulit ditindaklanjuti — laporan yang penuh angka namun minim rekomendasi konkret.

Kesalahan yang Sering Terjadi

  1. Mengandalkan asumsi internal tanpa validasi data.
  2. Salah menentukan target responden sehingga hasil tidak relevan dengan keputusan yang akan diambil.
  3. Menyusun pertanyaan menggiring (leading questions).
  4. Menggunakan sampel yang terlalu kecil untuk klaim yang digeneralisasi.
  5. Tidak melakukan pilot test sebelum survei skala penuh.
  6. Salah memilih metode riset yang tidak sesuai dengan tujuan.
  7. Mengabaikan analisis mendalam dan berhenti pada data mentah.

Cara Memilih Metode Riset yang Tepat

TujuanMetode yang Disarankan
Mengukur kepuasan pelangganSurvei (idealnya dengan indeks terstandardisasi seperti CSI)
Memahami alasan perilaku pelangganWawancara Mendalam
Menggali opini kelompokFocus Group Discussion
Mengevaluasi kualitas layananMystery Shopper
Memahami perilaku nyata pelangganObservasi
Menganalisis tren industriDesk Research

Prinsip dasarnya tentukan dulu jenis keputusan yang ingin diambil, baru pilih metode yang paling relevan menjawabnya, bukan sebaliknya.

Mengapa Banyak Perusahaan Menggunakan Konsultan Riset?

Beberapa organisasi memiliki kapasitas internal untuk riset sederhana, namun sebagian besar tetap memilih menggunakan konsultan riset pihak ketiga karena:

  • Objektivitas : hasil riset bebas dari bias internal atau kepentingan politis organisasi.
  • Metodologi yang teruji : mengurangi risiko kesalahan desain riset yang fatal.
  • Efisiensi waktu : tim internal dapat fokus pada eksekusi bisnis, bukan pengumpulan data.
  • Validitas data : proses quality control yang lebih ketat dalam pengumpulan data lapangan.
  • Analisis yang lebih mendalam : kemampuan mengolah data kompleks menjadi insight strategis.
  • Dashboard dan visualisasi data : mempermudah komunikasi hasil ke jajaran manajemen.
  • Insight yang actionable : rekomendasi yang langsung dapat diimplementasikan, bukan sekadar laporan angka.

Mengapa Memilih Beerka Research?

Beerka Research sebagai agensi yang menawarkan jasa riset pasar profesional membantu organisasi mulai dari korporasi swasta, BUMN, hingga instansi pemerintah mengambil keputusan berbasis data melalui:

  • Pendekatan berbasis data yang didukung metodologi riset yang teruji.
  • Behavioral research untuk memahami motivasi di balik perilaku, bukan sekadar angka permukaan.
  • Metodologi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan konteks spesifik setiap organisasi.
  • Insight yang actionable, dirancang agar dapat langsung ditindaklanjuti oleh tim internal klien.
  • Laporan yang mendukung pengambilan keputusan strategis, bukan sekadar dokumentasi data.
  • Pendampingan hingga rekomendasi implementasi, memastikan hasil riset benar-benar terpakai.

Salah satu program utama Beerka Research adalah ICSX Benchmark, instrumen pengukuran kepuasan pelanggan yang memungkinkan organisasi membandingkan performanya terhadap standar industri secara objektif dan terukur.

Riset pasar bukan sekadar formalitas sebelum mengambil keputusan besar, ia adalah instrumen untuk mengubah ketidakpastian menjadi keyakinan yang berbasis bukti. Beberapa poin kunci yang perlu diingat:

  • Riset pasar membantu organisasi memahami pasar secara objektif, bukan berdasarkan asumsi.
  • Keputusan berbasis data terbukti menghasilkan performa bisnis yang lebih baik dibanding keputusan berbasis insting semata.
  • Pemilihan metode yang tepat dan disesuaikan dengan tujuan riset karena hal itu menentukan kualitas insight yang dihasilkan.
  • Insight dari riset pasar hanya bernilai jika ditindaklanjuti menjadi strategi bisnis yang konkret.

Jika organisasi Anda sedang mempertimbangkan peluncuran produk baru, ekspansi pasar, atau ingin mengukur kepuasan pelanggan secara terstandardisasi, Beerka Research sebagai perusahaan riset pasar siap membantu merancang riset yang sesuai dengan kebutuhan spesifik bisnis Anda.

Jasa Market Research

Tentang Penulis :

Perlu Riset
yang Tepat?

Kami siap membantu Anda menentukan metode riset yang paling sesuai dengan perusahaan atau organisasi anda

Balasan maksimal 1×24 jam kerja

Solusi Riset Terpercaya untuk Bisnis Anda

Membantu Anda memahami pasar dengan data yang kredibel.

Tim kami akan merespons maksimal 1×24 jam kerja

Newest Post